The Science of Getting Rich

Kemarin saya baru saja menyelesaikan sebuah course tentang bagaimana cara meningkatkan produktivitas bekerja. Dan setelah itu saya melanjutkan ke course berikutnya dengan judul yang menarik buat saya yaitu “The Science of Getting Rich”. Siapa sih yang tidak mau kaya? Itulah salah satu alasan saya kemarin mengambil course ini.

Saya menulis artikel ini ketika saya sedang berada di penerbangan menuju Jakarta. Ada hal menarik di chapter awal course ini, Course ini menjelaskan bahwa adalah sangat normal apabila seseorang ingin menjadi kaya. Sebagai mahkluk hidup, kita dikaruniai 3 hal, Mind, Body and Soul. Dan adalah sangat wajar apabila kita menginginkan yang lebih dari 3 hal ini, termasuk menjadi kaya.

Dari dasar itulah, course ini menjelaskan lebih lanjut bahwa ternyata ada cara tertentu, yang apabila diikuti maka kita akan bisa menjadi kaya. Banyak orang berpikir ada faktor-faktor khusus seperti modal atau bisnis tertentu yang bisa membuat kita menjadi kaya. Course ini melihatnya dari sudut pandang yang berbeda bahwa bisnis apapun, ketika dijalankan oleh dua orang yang berbeda, hasilnya bisa berbeda. Bisnis yang sama, yang satu bisa membuat pemiliknya menjadi kaya raya, dan pemilik yang lain tetap miskin. Bisnis restauran misalnya, ada yang booming, dan ada yang tetap tidak laku. Dari hal tersebut, disimpulkan bahwa bukan bisnisnya yang membuat seseorang bisa menjadi kaya.

Ada yang menyebutkan bahwa lingkungan tempat tinggal berpengaruh terhadap seseorang untuk bisa menjadi kaya. Tetapi kita juga melihat ada banyak tempat yang terdapat begitu besar kesenjangan di antara penduduknya. Penduduk yang kaya dan yang miskin hidup berdampingan di lingkungan yang sama. Sehingga kesimpulannya adalah lingkungan tidak berpengaruh.

Ditinjau dari segi kemampuan seseorang, skill atau bakat. Memang benar apabila seseorang memiliki bakat tertentu maka dia akan menjadi lebih mudah dalam prosesnya mendapatkan yang dia mau, tetapi itu bukan hal yang mutlak dibutuhkan. Ada orang yang bodoh pun tetapi bisa menjadi kaya. Tetapi ada yang pintar pun, tetapi hidupnya tetap saja pas-pas an. Yang artinya, ada cara tertentu untuk menjadi kaya, dan hal itu bukanlah mengenai kemampuan seseorang.

Berbagai penjelasan di atas cukup membuka mata bahwa sebenarnya kalau kita melakukannya dengan cara tertentu dan benar, maka kita bisa menjadi kaya. Kenapa kita belum kaya? Karena kita belum tahu caranya. Pertanyaannya adalah, apakah Anda ingin mencari tahu caranya? Kalau Anda menjawab IYA, maka pertanyaan berikutnya adalah, apa yang rela Anda korbankan untuk mendapatkan jawabannya? Waktu? Uang? Belajar butuh uang dan waktu. Energy? Apakah keluarga Anda mendukung atau malah tidak mendukung Anda?

Saya personally belum menyelesaikan course yang menarik ini, but I will, soon :)
@DennySantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>