Pelajaran Hidup Kita Selama Ini Ternyata Salah!

Kemarin saya sempat posting di beberapa Forex Group di Facebook dengan status seperti ini “Kita selalu diajarin bahwa ‘belajarlah dari pengalaman, jangan mengulangi kesalahan yang sama’. Ternyata hal tersebut yang membuat Trading Tidak Konsisten….#nahlho”. Dan ternyata banyak yang penasaran apa artinya.

Selama ini ketika masih kecil, kita selalu diajarkan untuk belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal tersebut diulang-ulang oleh orang tua kita sehingga akhirnya kita paham, dan berusaha sebisa mungkin tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan memang prinsip cara kerja memory kita adalah seperti itu. Otak kita bekerja dengan cara yang sama yaitu mengaitkan pengalaman yang telah lalu dengan pengalaman yang sudah ada saat ini. Begitu juga ilmu di Forex yaitu bahwa chart/pattern atau apapun itu pernah terjadi, berulang, dan bisa dipakai untuk memprediksi apa yang akan terjadi sehingga kita berani membuka posisi.

Problem yang terjadi ketika kita menggunakan pola pikir ini ternyata adalah trading kita menjadi tidak konsisten. Jadi secara alami, otak kita berlawanan dengan yang seharusnya dilakukan ketika trading forex. Ini yang membuat banyak sekali orang susah sekali profitable di dunia forex. Dan profesional trader yang sudah berhasil konsisten membutuhkan waktu bertahun-tahun juga karena mereka butuh waktu untuk melatih mindsetnya supaya bisa sesuai dengan market.

Di dalam Forex, apapun yang terjadi di market adalah kehendak market itu sendiri, BUKAN karena perhitungan kita yang tepat. Ini kuncinya. Ingat bahwa market bergerak secara random dengan hasil yang random pula. Kita tidak bisa menggerakkan market. Market bergerak sendiri dan tugas kita adalah mencari peluang di setiap gerakan tersebut. Nah karena market adalah independent dan tidak ada hubungannya dengan perhitungan kita, maka SETIAP POSISI TRADING kita adalah INDEPENDENT juga.

Sudah mulai keliatan masalahnya? Pikiran kita berjalan dengan TIDAK INDEPENDENT, yang artinya masa lalu terkait dengan masa sekarang. Sementara di Forex hal tersebut tidak berlaku. Efeknya adalah ketika kita berturut-turut memasuki posisi dan ternyata loss, katakanlah loss 5 kali berturut-turut. Apa yang ada di pikiran kita ketika akan masuk ke posisi ke 6? Jangan-jangan ini loss lagi? Rasa takut mulai meningkat. Supaya berjaga-jaga, Stop Loss dipasang ketat sekali. Dan setelah ditunggu beberapa saat, market bergerak ke arah stop loss kita, kena stop loss, dan berbalik arah dengan cepat. Kita hanya bisa melihat dan menyesal. Coba tadi tidak ada rasa takut, Stop Loss dipasang sesuai plan, pasti trade kali ini profitable……

Hal yang sama terjadi ketika kita sudah menang 5x berturut-turut. Apa yang terjadi? Kita menjadi terlalu percaya diri, dan ketika hal itu terjadi, otak kita cenderung akan mengabaikan faktor resiko. Stop Loss dipasang jauh atau bahkan tidak dipasang. Ketika seseorang tidak memasang stop loss, sebenarnya yang terjadi di otak mereka adalah mereka memprediksi bahwa market akan bergerak sesuai perhitungan mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah market itu bergerak secara ACAK. Dan apa yang terjadi pada kasus ini? Hasil kemenangan 5x tadi habis kena 1 transaksi tanpa stop loss.

Semuanya ini yang membuat akun kita tidak berkembang. Naik turun terus dan bergerak hanya ke samping seperti jalannya chart, konsolidasi selamanya :) Otak kita memang selalu mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang. Kalau dulu mengalami kejadian jelek, kita berusaha tidak mengulanginya. Tetapi di Trading, prinsipnya adalah setiap posisi adalah independent!

Kalau Anda ingin menjadi profesional trader, pelajaran terbesar seperti yang dikatakan mentor saya Jason Stapleton adalah 99% urusan psikologi dan Mindset. Sudahkah Anda belajar dan melatih psikologi Trading Anda dengan cara yang tepat?
Regards,
@DennySantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>