Online business selama 6 bulan terakhir berakhir di Forex

Akhirnya saya berhasil membuat tulisan lagi di blog saya setelah 6 bulan vakum. Very hard untuk menulis lagi setelah lama berhenti. 6 bulan yang lalu, saya menyelesaikan edukasi saya di bidang Property & Real Estate yang saya tekuni selama 8 bulan di Jakarta dan membuat saya harus mondar mandir Malang – Jakarta setiap minggunya. Weekend pulang ke Malang, dan Weekdays kembali ke Jakarta dan akhirnya saya berhasil dengan project Apartment saya yang pertama di Alam Sutra. Hasil yang cukup bagus setelah fokus selama 8 bulan.

Lalu setelah itu, apa selanjutnya? Saya bukan orang yang bisa diam di rumah tanpa melakukan apapun. Saya juga sudah menutup 2 startup digital saya yang tidak menghasilkan or at least prospeknya kurang tepat untuk saya. Dan mulai bulan February saya mendalami Facebook Marketing untuk bisnis online saya. Cukup berhasil mendapatkan income selama 2-3 bulan, tetapi setelah itu saya menyadari, bahwa itu tidak segampang di awal. Mendapatkan puluhan juta per hari sudah pernah saya lewati dan ketika Facebook mengubah algoritmanya, maka income saya mendadak hilang sama sekali. Atau tanpa alasan yang jelas, tahu tahu akun iklan Facebook saya di banned. Hal – hal semacam ini yang membuat saya berpikir, kenapa saya harus selalu berdansa dengan keputusan-keputusan Facebook yang tidak bisa diprediksi. Saya sudah menghabiskan waktu 3 bulan mempelajarinya, dan tahu tahu, hilang begitu saja dan harus mempelajari trick-trick yang baru untuk mengembalikan income saya. Start from zero again.

Kondisi itu akhirnya yang membuat saya melirik ke dunia Forex. Saya sudah memikirkannya sebelumnya, tetapi karena pernah kena crashed saham di tahun 2008, masih sempet ragu untuk masuk ke Forex. Tetapi suatu hari, ada teman mengajak saya untuk mengikuti sebuah forex workshop di Jakarta, akhirnya saya kembali masuk ke dunia Forex pada awal Mei 2014. Menurut saya adalah ketika saya nantinya menguasai Forex, tidak ada yang namanya tidak bisa trading karena tidak ada market. I have the skill, dan bisa diaplikasikan di market manapun. Indonesia krisis, saya bisa trading di luar, mata uang luar, ataupun saham luar. Market akan selalu ada, itulah alasan kenapa saya masuk ke dunia Forex.

Selesai workshop, karena saya masih terlalu awam, secara jujur saya merasa mengerti padahal ternyata belum mengerti apapun. Tetapi saya menyukainya dan melihat chart selama 24 jam (minus tidur 8 jam) buat saya sangat menyenangkan. Saya yakin apabila diluar sana ada orang yang bisa berpenghasilan secara konsisten dari Forex, tentunya Forex bisa dipelajari. Apabila saya belum bisa konsisten profitable, berarti saya aja yang belum tahu strategynya. Akhirnya saya membaca banyak buku tentang forex, nonton video tutorial sebanyak mungkin, browsing sana sini dan akhirnya ketemu dengan video Jason Stapleton. Secara pribadi, saya sangat suka cara dia mengajar, yang ceplas ceplos dan to the point banget.

Bulan Juni saya mengambil kelas 3 bulan dari Akil Stokes, murid Jason yang sekarang berpartner dengan Jason untuk edukasi Forex. Ssaya bergabung di kelasnya agak sedikit terlambat, sudah berjalan 1 bulan. Tetapi tidak terlalu masalah karena saya memang serius belajar dan mendedikasikan waktu saya 24 jam sehari untuk belajar. Selain belajar teori, setiap hari, Selasa  sampai Jumat, ada kelas live trading dengan Akil sehingga apapun pertanyaan yang saya punya, akan dijelaskan secara live melalui video. Saya belajar banyak mengenai analisa teknikal, risk management, money management, mindset dan psikologi trading dari seorang profesional trader di Amerika. Bagaimana membuat sebuah Trading Plan, Journal Trading, melakukan backtest untuk menguji strategy trading semua sudah diajarkan dan juga sudah saya ikuti sepenuhnya. Saya pernah melakukan trading tanpa itu semua dan hasilnya berantakan. Sehingga sebelum modal saya habis, saya harus percaya dan melakukan apa yang benar-benar dikatakan oleh mentor saya.

Akhirnya di bulan Agustus ini saya sudah selesai, tinggal bagaimana saya menerapkan disiplin saya ditambah dengan pelajaran berikutnya yang akan datang dari jam terbang, dan ini yang butuh waktu. Goal saya adalah menjadi profesional trader karena for me, selain fun, bisa dilakukan dimanapun selama terkoneksi dengan internet. Forex menurut saya 90% adalah psikologi dan 10% analisa teknikal. Mentor saya Jason malah mengatakan 99% psikologi dan 1% teknikal. Anyway, dengan belajar secara benar, ternyata ilmu pengembangan diri selama belajar Forex ini sangat-sangat bagus menurut saya. Saya akan lebih banyak menulis seputar Forex di blog saya karena dengan menulis, saya melatih mindset saya, sekaligus berusaha disiplin. Semoga tulisan-tulisan saya nanti berguna bagi yang membutuhkannya.

Salam

@DennySantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>