Catatan Kecil Mengenai Financial Freedom

Kemarin dulu saya memposting sebuah catatan kecil di Instagram saya mengenai Financial Freedom. Financial Freedom tidak tergantung kepada banyaknya uang yang kita miliki tetapi lebih kepada apakah pendapatan kita bisa membiayai gaya hidup kita tanpa membuat kita harus berhemat atau berhutang. Beberapa pertanyaan mulai masuk mengenai detail dari statement ini, dan untuk itulah saya menulis blog ini.

Seperti tulisan saya sebelumnya bahwa kebahagiaan tidak bisa dikaitkan dengan kekayaan karena semuanya relatif. Begitu juga dengan yang namanya Financial Freedom, juga tidak bisa dikaitkan dengan jumlah uang yang harus dimiliki oleh seseorang. Mungkin ketika Anda melihat tukang becak, dengan income pas-pas an, katakanlah dia bisa mendapatkan 1 juta per bulan untuk hidupnya. Ketika dia tahu tahu memiliki uang sebesar 10jt per bulan, dengan catatan gaya hidupnya sama. Tentu dia akan mendapatkan financial freedomnya. Tidak harus bekerja sebagai tukang becak, mendapatkan income 10jt, bisa mencukupi makanan dia untuk sebulan.

Tetapi apabila dibandingkan dengan orang lain yang saat ini sudah memiliki income rutin 10jt setiap bulannya. Apakah Mereka merasa memiliki kebebasan financial? Saya rasa tidak. Mereka masih berhutang sana sini untuk membeli motor, mobil, rumah, dan lain-lainnya. Dan apakah misalnya ada seseorang yang sudah memiliki income 50jt sebulan, akan mau apabila dia mendapatkan hanya 10jt saja? Baginya 10jt akan sengsara hidupnya.

Beberapa ilustrasi di atas adalah gambaran mengenai jumlah uang tidak ada hubungannya dengan Financial Freedom. Nah lalu yang saya sebut sebagai Financial Freedom seperti di catatan kecil saya di Instagram adalah bahwa ketika seseorang tidak perlu lagi berpikir untuk berhemat dan berhutang untuk mencukupi gaya hidupnya saat ini, saat itulah mereka akan merasakan financial freedom. Gaya hidup masing-masing orang berbeda-beda. Sebuah ilustrasi lagi, seorang yang suka dengan gadget, akan memiliki keinginan untuk membeli setiap gadget baru yang keluar. Mungkin ada handphone baru, dia harus beli, ada tablet baru, dia harus beli. Dan untuk membelinya, dia tidak harus berhemat seperti, bulan ini saya tidak shopping baju dulu atau nonton atau makan di mall dulu karena akhir bulan ini saya harus membeli gadget yang baru keluar tersebut. Begitu juga dia tidak harus berhutang kepada orang lain untuk membeli sesuatu. Itu baru disebut Financial Freedom.

Dengan kondisi di atas, tidak bisa di aplikasikan ketika tahu-tahu dia mengatakan, gadget bosan, sekarang saya mau beli ferrari misalnya. Tentu itu mengubah gaya hidup, yang dari financial freedom, bisa tidak freedom lagi.

Nah setelah mengetahui apa itu financial freedom, pertanyaannya kepada Anda adalah apakah Anda sudah mencapai Financial Freedom? Kalau misalnya belum, apakah Anda ‘menuju’ kesana? Jangan-jangan malah menuju saja tidak tahu arah…………hanya Anda yang bisa menjawabnya……. :)

Salam
@DennySantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>