BBM Sudah Naik, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Kemarin saya sempat menggunggah status di social media saya yaitu “BBM naik, Property Investment naik, horeeee #positifthinking“. Dan status tersebut memang sengaja saya buat seperti itu untuk mendapatkan respond dari follower saya. Saya tidak akan membahas dari sudut pandang kenaikan BBM itu benar atau salah, karena hal itu bukan urusan saya. Mau bilang salah pun juga tidakĀ ada efeknya.

Anyway, saya ingin menyoroti pola pikir dengan orang-orang yang rela antri ber jam-jam sebelum bensin naik, seperti foto di atas. (Photo courtesy of Api Perdana). Mengisi bensin sebelum naik memang tidak salah. Tetapi yang kurang tepat menurut saya adalah ketika antrinya sudah parah dan tetap memaksa mengisi. Toh besok juga sudah naik juga. Penghematan yang dilakukan mungkin cuma 20-40 liter dimana kalau dikalikan Rp 2000 maka total adalah 40-80rb saja. Menurut saya pribadi, waktu saya bersama keluarga di rumah, atau beristirahat adalah lebih mahal daripada sekedar mendapatkan 40-80rb yang cuma terjadi saat itu saja. Beda kalau saya bisa mendapatkan 40-80rb setiap harinya. But sekali lagi, this is my personal opinion.

Yang kedua adalah, BBM naik, kita tidak bisa mencegahnya, walaupun personally saya senang-senang aja kalau BBM tidak naik :) Tetapi karena kejadian ini sudah diluar kontrol kita, kita tidak bisa melakukan apapun untuk mengubahnya, maka satu-satunya yang bisa kita kontrol adalah reaksi kita sendiri terhadap kejadian ini. Ada yang mengatakan saya tidak memikirkan rakyat kecil dengan status saya. For me, itu comment yang paling parah pola pikirnya. Why? Kalau saya memikirkan rakyat kecil pun, apakah saya bisa menurunkan kembali harga BBM? Saat ini pilihan yang tersedia cuma ada 2, yaitu antara bersikap negatif dan complain dan Anda bersedih, mengumpat, etc dan tetap terimbas harga kenaikan BBM atau Anda memilih bersikap positif, berusaha melihat sisi positifnya, menemukan peluang-peluang baru sambilĀ tetap terimbas harga kenaikan BBM.

Dari dua pilihan tersebut saya memilih pilihan kedua. Karena pilihan pertama ujungnya jelas, yaitu Anda tidak kemana-mana. Pilihan kedua memiliki ujung terbuka, saya masih bisa maju dari situasi saat ini. Bahkan kata-kata saya bahwa investasi property naik, itu sudah saya tulis di bulan Maret lalu. Dan waktu itulah saya berhasil melakukan puncak penjualan property saya sebanyak 10M dalam semalam. Artinya, di luar sana juga masih banyak orang yang setuju dengan berpikir positif, melihat peluang dan mengambilnya.

Dan terakhir kemarin saya memposting status baru yaitu “Tips menghemat BBM –> Kurangi berat badanmu, karena beban berat membuat mesin motor/mobil bekerja extra sehingga lebih boros BBM #fakta. Plus mengurangi berat badan juga menghemat biaya konsumsi makanan (bukan berarti engga makan lho ya)”

Kemarin ketika saya sedang mengisi acara Talk Show di Jogja, saya sempat menyinggung mengenai LOA atau Law of Attraction. Saat hal seperti ini terjadi (baca: kenaikan BBM), efek LOA ini menjadi penting. Karena emosi sedang berada di puncaknya, entah itu positif atau negatif, yang artinya apapun yang Anda pikirkan, akan terjadi. Ketika Anda mengumpat, dan bersikap negatif terhadap kenaikan BBM, maka hidup Anda tidak akan membaik, dan malah akan terseret imbas kenaikan BBM. Ketika Anda melihatnya sambil lalu dan bersyukur serta mendapatkan feeling bahagia, maka peluang-peluang akan datang sesuai pikiran Anda tersebut.

2 Minggu lagi saya akan memposting salah satu bukti LOA saya yang menjadi kenyataan :)

Semoga Anda bisa mengambil manfaat dari kejadian ini

Salam
@DennySantoso

<– PS: SUBSCRIBE/DAFTARkan email Anda untuk mendapatkan update-update dari saya secara berkala

One thought on “BBM Sudah Naik, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>