Performance Based Digital Marketing Agency

Saya tidak akan membahas definisi dari Digital Marketing karena Anda bisa membacanya sendiri disini http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_marketing. menjadi sorotan saya terakhir ini adalah boomingnya teknologi seiring dengan tumbuhnya Young Generation di Indonesia ini. Generasi muda dibawah umur 30th, yang semua keputusan hidupnya berkaitan dengan teknologi, jumlahnya meledak sangat luar biasa.  Dengan background ekonomi yang seperti ini membuat banyak brand yang mulai menyadari pentingnya ‘exists’ di dunia digital ini. Exists di dunia digital ini pada umumnya adalah dengan membuat akun di social media, melakukan campaign besar-besaran dengan tujuan yang sangat sederhana, yaitu meningkatkan Likes kalau itu di Facebook, Followers kalau di Twitter.

Sebelum saya membahas lebih jauh, perlu kita cermati bahwa biasanya Movement Digital dari perusahaan PASTI terlambat kalau dibandingkan dengan Individual. Kalau twitter mulai dipakai orang di tahun 2008-2009 (Indonesia). Dan waktu itu saya mulai pakai Twitter di 2009 akhir dimana penggunanya masih sedikit, maka perusahaan pasti tidak ada yang mengerti mengenai twitter. 2010 dan 2011 ketika twitter di pengguna invididual mulai meningkat drastis, maka 2011 dan 2012 perusahaan baru mulai menggunakannya, dengan cara dan pendekatan yang sama dengan individual, yaitu berusaha memaksimalkan followers.

Dari gelombang seperti ini, maka terlihat jelas adanya kebutuhan dari perusahaan (yang memiliki budget besar) untuk meningkatkan follower, likes, exposure, etc. Dan inilah yang ditangkap oleh banyak orang sehingga muncul banyak sekali Digital Agency yang goalnya sesimple memanage social media. Bisnis ini masih basah sekali, karena jumlah perusahaan yang ingin masuk ke era digital sedemikian besar dan memiliki budget tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan apapun tentang bagaimana mulai masuk ke era digital ini.

Kelihatannya semua baik-baik saja, tetapi Agency yang tidak punya track record bagus, mereka hanya berorientasi terhadap kepentingan diri sendiri. Padahal Agency disewa oleh perusahaan untuk mengelola digital exposure dari brand dengan budget tertentu. Agency menawarkan kepada perusahaan ‘kalau dengan Budget A’ maka perusahan akan mendapatkan ‘Campaign A”, misalnya tweet x kali, dan sebagainya. Kemudian kalau perusahaan memiliki Budget sebesar B maka perusahaan akan mendapatkan Campaign B, misalnya tweet x kali, ditambah event gathering 1-2x, dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah, apakah Campaign A atau Campaign B itu sudah sesuai dengan harapan perusahaan ketika mengeluarkan budget. Kalau misalnya perusahaan merasa harapannya terpenuhi, apakah harapan si perusahaan itu sendiri sebenarnya sudah benar? Atau Agency hanya memenuhi harapan (kecil) si perusahaan yang belum mengerti apapun? Think about this, ketika masih ada perusahaan membayar tweet. Pertanyaan saya adalah, kalau seseorang dengan follower besar, apakah semua followernya akan membaca tweet yang di post si buzzer? Kalau misalnya sekarang trendnya sudah bergeser ke instagram & path, apakah campaign di twitter masih relevan dengan misi perusahaan? Apakah perusahaan mengerti akan hal ini?

Mungkin tulisan saya seolah-olah tidak setuju dengan Digital Agency :) Sudut pandang saya adalah bahwa dalam memilih Agency, pilih yang performance based (sudah banyak juga disini). Jadi daripada pay per tweet misalnya, sudah ada pay per follower. (meskipun ada pro kontranya dalam pemilihan hal semacam ini, i won’t discuss it here). Agency harus mementingkan kepentingan client yang menyewa mereka dengan memberikan strategy jangka pendek, jangka panjang. Bukan hanya melakukan tugas ketika dibayar. Misalnya, salah satu asset digital yang paling penting adalah Email List. Apakah Agency Anda mengajarkan hal ini? Atau mereka cuma mengajarkan bagaimana menambah twitter follower dimana ketika twitter tidak lagi menjadi trend, maka Anda akan kehilangan semua follower Anda tadi (wasting money).

My advice is, teknologi berkembang dengan sangat pesat sekali. Facebook, Twitter, Google, dan semuanya setiap hari melakukan research untuk perubahan yang lebih baik. Anda harus belajar terus untuk dapat mengikuti trend ini ke depannya. Kalau Anda memiliki perusahaan, jangan seperti perusahaan yang terlalu besar untuk bergerak sehingga semuanya jadi lambat ketika perubahan terjadi di luar sana. You have to move fast. Are you ready?

Regards,
@DennySantoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>