Apakah harus mengikuti passion untuk berbisnis?

Tadi saya memposting sebuah quote

“There’s nothing wrong with passion, but if you’re starting a business, your goal is to make MONEY¬†#Startup

Tentunya mengikuti sebuah passion dalam bisnis kita adalah hal yang menyenangkan. Dan idealnya itu yang terbaik. The problem is, hal ideal itu jarang sekali terjadi. Kita harus mengisi perut kita sebelum mikir ideal atau tidak.

So buat saya, pilihan jatuh lebih kepada memilih sebuah bisnis yang bisa menghasilkan saya uang daripada mengikuti passion saya. Nanti ketika uang saya sudah cukup, barulah saya akan berpikir mengejar passion saya. Daripada mengejar passion dan tidak ada income, maka yang terjadi adalah lama-lama kita jadi kesal sendiri, capek sendiri, karena passion kita tidak menghasilkan, dan ujung-ujungnya adalah kita harus mencari uang di tempat lain. Passion yang awalnya menyenangkan, berubah menjadi menyebalkan.

For me, money first, then after you got a lot of money, use the money for your passion, barulah passion itu akan menjadi menyenangkan:)

Bagaimana menurut Anda? :)

4 thoughts on “Apakah harus mengikuti passion untuk berbisnis?

  1. Koh Denny, saya pernah melakukan dua2nya: bisnis sesuai passion, dan bisnis sesuai peluang (yang udah jelas menghasilkan). Dan ternyata saya lebih cocok bisnis sesuai passion, karena membangun bisnis tidak bisa dalam waktu singkat. Oleh karena itu, komitmen harus kuat. Dan komitmen itu (kalau saya) dijaga oleh passion saya.

    1. Mas Damar, tentu idealnya adalah bisa menemukan bisnis yg sesuai dengan passion. Kl ketemu, enak banget tentunya. Tetapi bagi kebanyakan org, tidak mudah menemukan bisnis yg menghasilkan plus sesuai dengan passion. Nah ketika hidup dipertaruhkan, maka ‘kalo saya’ pilihan jelas ke yang menghasilkan terlebih dahulu:)

  2. “Hidup adalah pilihan.” Kalimat itu mungkin yang paling pas memaknai bahasan ini. Sering saya dengar karir harus mengorbankan passion atau sebaliknya.

    Satu lagi, “pilihan memiliki konsekuensi”.

    Menghasilkan uang melalui passion, bahagianya sangat luar biasa tp mungkin perjuangannya sangat lama. Menghasilkan uang melalui jalur yang kita nggak passion, mungkin cepat. Tapi ‘kalau buat saya’ ya sekedar ngisi kantong/menopang kehidupan sehari-hari.

    Bukan tidak bersyukur, tetapi hati takkan bisa dibohongi. Penghasilan yang kita dapatkan jadi hambar. Ibarat kata, sekolah.. Sekedar kewajiban.

    Jadi buat saya, terutama start-up-ers, mungkin ada baiknya kita buka beberapa “keran” penghasilan, pastikan semua mengucur tetapi utamakan yang kita passionate. Kenapa? Karena hanya fokus & ketekunanlah yang bisa membuat cita-cita kita yaitu “menjadi kaya dengan passion” tercapai.

    Sekian mas Denny. Pembahasan yg sgt menarik! Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>