8 Kebiasaan Untuk Meningkatkan Produktivitas Anda

Seperti di tulisan-tulisan saya sebelumnya, tentang bagaimana Anda bisa mencapai goal Anda. Peta sudah dibuat, strategy atau jalan menuju ke goal juga sudah dibuat.

Hal berikutnya yang sangat penting adalah produktivitas. Bagaimana Anda menjalani hari-hari Anda. Memang benar goal sudah ada dan jalan menuju kesana sudah ada. Tetapi kalau lambat, maka tidak akan sampai juga.

Seberapa sering ketika Anda sedang mengerjakan sesuatu, tahu-tahu ada message masuk, entah itu dari WA, BBM, Line, etc. Atau ada telp masuk, email masuk dan Anda harus menghentikan pekerjaan Anda dan menjawabnya. Setelah itu Anda hilang fokus dan browsing di Facebook, yang tadinya cuma karena melihat message di Facebook, berakhir dengan 15 menit browsing TIMELINE.

Sebelum saya membahas lebih detail tentang micro productivity dan tools apa saja yang saya gunakan. Saya ingin menyoroti macro productivity terlebih dahulu.

Inilah kebiasaan-kebiasaan yang perlu Anda perhatikan kalau Anda ingin menjadi lebih sukses.

1. Tinggalkan Comfort Zone (zona nyaman)
Zona nyaman adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa sudah terbiasa, nyaman, enak, tidak ada rasa was-was, dll. Untuk membuat diri Anda berkembang, Anda sebaiknya mencoba hal-hal baru dan memperluas wawasan Anda.

Zona nyaman berarti resiko yang rendah. Ketika Anda berada di zona nyaman, lihatlah seperti seekor hamster yang lari di roda berputar di kandang. Dia sangat terbiasa dengan hidup seperti itu tetapi tidak akan kemana-mana.

2. Jangan melakukan sesuatu tanpa mempelajarinya terlebih dahulu
Banyak orang melakukan sesuatu tanpa benar-benar mengerti apa yang dilakukannya. Sehingga ketika gagal, mereka akan menyalahkan kondisi diluar, padahal dirinya sendiri yang tidak mampu.

Ketika saya ingin berinvestasi di property, saya tidak begitu saja membabi buta membeli property, tetapi saya mengambil kelas dulu, yang bahkan di luar kota, selama 8 bulan, pulang pergi. Weekend di Malang dan weekdays di Jakarta. Tanpa absen.

Saat ini akhirnya saya bisa membangun apartment di Alam Sutra, Springwood. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

3. Mintalah Advice
Meminta nasehat mungkin bagi beberapa orang agak terlalu berat. Kenapa? Karena berani meminta nasihat artinya mengaku bahwa kita belum mampu dan ingin belajar. Dari situ kebanyakan orang akan berusaha mencoba sendiri terlebih dahulu. Dan kalau gagal, Anda tahu yang terjadi kan. Mereka akan menyalahkan kondisi (selalu kondisi yang bersalah, kalau kondisi boleh complain, maka mungkin mereka akan complain keras, hehe).

4. Jangan tersesat dengan hal-hal kecil
Ketika Anda belajar dan mengerti tentang banyak hal, peluang akan bermunculan, dan saat itulah akan menjadi tantangan baru bagi Anda. Anda mengerti banyak hal dan Anda akan mulai mengerjakan semuanya sendirian. Hal-hal kecil semua Anda pegang, sehingga Anda tidak bisa melihat atau lupa melihat garis besarnya.

Karena itu di Workshop Digital Marketing saya (http://workshop.digitalmarketer.id/digital-marketing), saya mengajarkan Anda untuk menjadi arsitek dari bisnis Anda dan bukannya menjadi tukang listrik yang mengurus detail. Saya ingin Anda bisa membangun bisnis Anda menjadi lebih besar dan cepat.

Tinggalkan hal-hal teknis kepada team Anda sehingga Anda akan mampu menentukan strategy besarnya. Kalau Anda hanya berfokus menjadi tukang listrik saja, maka Anda tidak akan bisa melihat gedung Anda. Anda hanya melihat kabel-kabel saja.

Perhatikan juga kegiatan Anda setiap harinya. Kalau Anda banyak sekali mengerjakan hal-hal kecil, urusan-urusan kecil, tetapi tidak menghasilkan, maka itu semua tidak ada gunanya. Buang-buang waktu, tenaga dan uang. Dan Anda tidak akan kemana-mana.

5. Jangan melakukan multitasking
Mengerjakan beberapa hal secara bersamaan memang terlihat keren, tetapi hasilnya jarang optimal. Saya akan membahas beberapa teknik micro ini di tulisan saya yang lain.

Multitasking akan membatasi kemampuan Anda untuk fokus sepenuhnya kepada apa yang sedang Anda kerjakan saat itu. Orang sukses memiliki kemampuan untuk sangat fokus kepada sesuatu. Ini adalah skill yang perlu Anda pelajari.

Orang gagal kebanyakan menggunakan kemampuan multitasking kemana-mana, jadi jangan malah meniru mereka. Mereka melakukan banyak hal dan tidak ada yang berhasil.

6. They don’t follow, they lead
Orang sukses tidak mengikuti orang lain mau kemana. Mereka memimpin. Merekalah yang menentukan arah dari hidup mereka dan mereka memotivasi orang lain untuk mengikuti atau membantu mereka mencapai tujuan.

Pada tahun 1999, saya memulai bisnis suplemen saya dimana bahkan di kota saya saja belum mengenal apa itu suplemen untuk fitnes. Saya ikut membangun trend yang terjadi saat itu.

Tahun ini, 2015, saya membangun DigitalMarketer.id dengan bisnis model workshop dan premium membership buat Anda yang ingin mengikuti trend digital yang lagi booming. Saya memimpin, saya bisa melihat peluang. Anda sekarang jadi tahu kan kemana Anda harus ikut kalau Anda ingin mengikuti trend digital ini juga.

7. Masa lalu tidak berhubungan dengan masa sekarang
Saya membahas ini di artikel saya sebelumnya. Bahwa kegagalan di masa lalu tidak akan mempengaruhi apa yang sekarang saya kerjakan. Kegagalan hanyalah sebuah feedback dimana saya jadi tahu cara menjadi gagal. Kegagalan adalah sebuah pelajaran.

Banyak orang gagal di saat ini karena kegagalan di masa lalu membuat mereka trauma untuk melangkah. Kalau saya mengadopsi pemikiran yang sama, maka bertahun-tahun lalu ketika saya gagal membina hubungan dengan pasangan, apa yang akan terjadi hari ini?

Kenyataannya adalah saya belajar banyak, dan hari ini saya hidup berbahagia dengan istri saya. Kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran positif. Sama seperti pulang perang dengan banyak luka, tetapi hidup. Maka bekas luka tersebut adalah medali bagi seorang pejuang.

8. Jangan berkumpul dengan orang negatif
Orang-orang negatif sangatlah merusak kalau Anda memang ingin mencapai sukses. Anda akan jadi ikut memiliki alasan yang ‘baik’ untuk tidak mengejar impian Anda ketika Anda berkumpul dengan orang-orang negatif. Berkumpul dengan mereka akan membuat Anda melihat banyak hal secara negatif dan Anda akan kehilangan arah menuju goal Anda.

Sukses, sebagian besar adalah urusan mindset. Dan kalau Anda berpikiran negatif, maka dunia akan memberikan hal negatif tersebut kepada Anda.

Ada yang mengatakan juga bahwa hidup Anda atau income Anda, akan sama dengan 10 orang dari lingkungan Anda secara rata-rata. Jadi kalau Anda ingin lebih sukses, Anda tahu kan harus bergaul dengan siapa:)

Menjadi sukses membutuhkan niat yang kuat, disiplin dan fokus. Banyak orang sukses mengikuti pola yang sama. Pola-pola tersebut yang membuat mereka berada di posisi seperti itu.

Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai mimpi mereka dan mereka tidak membiarkan apapun menghetikan mereka untuk mencapainya.

Saat ini Anda sudah tahu garis besar untuk mencapai kesuksesan Anda. Tinggal maukah Anda bersungguh-sungguh untuk mencapainya?

Denny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>