Apa Bedanya Orang Sukses dan Gagal?

Saat menulis artikel ini, saya sedang berada di Kuala Lumpur. Awalnya saya berniat untuk membuat video seperti biasa, tetapi wifi di hotel super lemot, bahkan setelah mengambil pake promo Telkomsel supaya bisa mendapatkan koneksi 4G, malah tetap saja super lemot.

Bahkan saya kesulitan untuk posting di SnapChat saya (add me ya kalau belum di account saya DennySantoso).

Anyway, seminggu ini saya sedang membaca buku dengan judul The 10X Rule: The Only Difference Between Success and Failure. Belum selesai sih, tetapi intinya adalah bagaimana kita melakukan setiap hal dengan usaha 10x lipat lebih besar untuk mendapatkan hasil yang luar biasa.

Bukan sekedar ‘just do it’ tetapi harus dengan massive action. 

Balik ke cerita saya, dimana di kantor saya, bahkan target perusahaan pun, saya tulis dengan pemikiran yang sama seperti ini. Supaya team saya menjadi lebih creative.

Bayangkan hal seperti ini, pemikiran untuk mendapatkan income 10jt keliatannya cukup menyenangkan. Dan mungkin beberapa dari Anda sudah mendekati angka tersebut, dan bahkan melampauinya.

Tetapi apabila saya minta Anda tahun depan harus mencapai angka 100jt, nah lho…..

Apa yang harus Anda lakukan?

Tentunya Anda tidak bisa melakukan yang hari ini Anda lakukan kan.

Kalau Anda melakukan hal yang sama, paling-paling tahun depan, income Anda bertambah sedikit menjadi 11jt. Atau paling tinggi 12jt. Masih tetap jauh sekali apabila goal Anda adalah 100jt.

Untuk mencapai 100jt, dibutuhkan cara dan skill yang jelas berbeda. 

Dan seperti yang selalu saya katakan di setiap workshop saya bahwa “income Anda berbanding lurus dengan kemampuan Anda mencarinya”.

Kalau skill Anda sekarang cuma mampu menghasilkan income 10jt, berarti Anda butuh menambah skill Anda supaya bisa mencapai 100jt.

Nanti dari 100jt, menuju ke 1M, itu adalah skill yang berbeda pula.

Saya secara pribadi selalu mengupdate skill saya sendiri, karena saya tahu jelas keterbatasan diri saya. Saat ini saya sedang berada di Kuala Lumpur, belajar dari world class internet marketer supaya saya bisa memangkas waktu saya untuk menuju kesana juga.

Berapa biayanya?

Sangat besar, beberapa ratus juta.

Tetapi saya tahu, bahwa waktu saya sangat berharga. Tanpa belajar ke orang-orang yang memang sudah mengerti, saya akan membuang waktu saya mempelajari semuanya sendirian, dan kadang, malah belum tentu berhasil.

Perjalanan ini tidak mudah……..dan tidak murah…..

Sebelum berangkat ke Kuala Lumpur pun sudah diberi banyak PR. Bahkan 4 hari sebelum berangkat, saya diminta untuk menyiapkan server dengan arsitektur yang ‘khusus’ yang bisa menghandle jutaan traffic per harinya.

Saya berusaha melakukannya sendirian, belajar kesana kemarin. Benar-benar sampai panas kepala, dan tetap belum berhasil.

Berhasil sih sedikit, tetapi belum siap untuk menerima jutaan traffic.

Akhirnya mentor saya mengenalkan ke orang yang dia pake secara pribadi untuk setting server. Biayanya juga luar biasa, $60/jam. Dan butuh 24 jam. Bisa dihitung sendiri kan.

Tetapi pekerjaan tersebut langsung beres…….

Mentor saya mengatakan, kamu bisa saja pakai server yang biasa-biasa saja, tetapi begitu incomemu naik, bisnismu melejit, dan servermu tidak kuat, maka kamu harus upgrade server. Nah proses upgrade ini artinya kamu harus mematikan semua iklanmu di internet dan jualanmu selama 2-3 hari minimal. Proses itu akan membuang potensi incomemu yang sangat luar biasa. Sayang sekali. Jadi sebaiknya sudah siap dari awal.

Digital Marketing is a PAY TO PLAY Game. Tetapi kalau semua dilakukan dengan action yang luar biasa, 10X dari normal, maka hasilnya juga sangat luar biasa sekali.

It’s all in our mindset, apakah kita mau membayar dan mendapatkan hasil yang luar biasa dengan cepat. Atau belajar sendiri, manual, stress, dan malah mundur.

Time is money dan itu benar-benar terjadi. Bukan cuman sekedar kata-kata yang enak di dengar.

Saya selalu ingat quote ini: Orang miskin menghabiskan waktu untuk menghemat uang sedangkan orang kaya, menghabiskan uang untuk menghemat waktu. Semakin sukses seseorang, dia akan semakin menghargai waktu.

Saya sedang mengejar goal saya sendiri saat ini dan kata mundur belum ada di dalam planning saya.

Saya memotivasi diri saya setiap pagi dan malam. Bahkan saya membayangkan goal saya dengan sangat detail, plus langkah2 yang dibutuhkan untuk mencapai goal tersebut. Action apa saja yang harus saya lakukan. Karena kalau Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai goal Anda, lalu bagaimana cara mencapainya?

Saya tidak tahu seberapa Anda terobsesi dengan kesuksesan Anda. Tetapi kalau Anda tidak terobsesi dengan kesuksesan Anda, maka jangan pernah bermimpi Anda bisa mencapainya.

Orang awam mengatakan orang yang terobsesi itu sebagai sesuatu yang negatif, tetapi begitu orang tersebut sukses dan menjadi legenda, maka orang awam menyebutnya GENIUS.

Are you Ready to take massive action?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>